Jumat, 18 September 2015

Rangkuman Novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari

Ahmad Tohari adalah sastrawan yang berbakat dalam tulisan-tulisannya di era 70-an. Salah satu karyanya yaitu Bekisar Merah, sekarang saya mau berbagi rangkuman cerita Bekisar Merah yang saya buat sendiri. Sebenarnya saya membaca novel ini bukan karena keinginan sendiri melainkan tugas dari sekolah. Yaa, maklum secara saya anak Bahasa, yang namanya baca, nulis itu kudu wajib xD. Tapi saya ga keberatan sama bacaan ini, akhirnya saya excited setelah membaca. Maaf kalo masih kurang jelas jalan cerita dari rangkuman saya. Mohon dimaklumi lagi masih amatiran hehe. Check it out!
BEKISAR MERAH



Pada suatu masa, di desa Karangsoga hiduplah sepasang suami istri, Darsa dan Lasi. Keduanya hidup bahagia walaupun Lasi belum juga diberi keturunan setelah dua tahun pernikahan. Lasi seorang perempuan paling cantik berdarah Jepang-Indo di Karangsoga. Tetapi, kecantikannya malah membuat Lasi sengsara. Darsa, suaminya seorang penyadap nira meninggalkan Lasi setelah ia sembuh dari sakit karena terjatuh dipohon kelapa saat menyadap nira. Perjuangan Lasi selama ia mengurusi Darsa dibalas dengan air tuba. Darsa meninggalkan Lasi dengan menyelingkuhi Sipah, anak Bunek si Tukang urut. Lasi yang kecewa dan sakit hati karena perbuatan Darsa yang menyelingkuhinya meninggalkan kampung halamannya, Karangsoga untuk minggat ke Jakarta. Lasi ikut dengan Pardi dan Sapon, supir truk gula yang ingin mengirim gula ke Jakarta
Sesampai di Jakarta Lasi di turunkan di sebuah warung milik Bu Koneng, di rumah Bu Koneng Lasi disambut hangat karena kecantikannya. Lasi diizinkan tinggal untuk sementara menenangkan dirinya karena perbuatan Darsa. Lasi dianggap anak oleh Bu Koneng melebihi saying Bu Koneng terhadap si Betis Kering dan si Anting Besar. Niat Bu Koneng ternyata semata-mata hanya untuk mencari keuntungan dari kecantikan Lasi. Lasi lalu diserahkan kepada temannya Bu Koneng dengan iming-iming hidup lebih mewah dan kepenak. Bu Lanting, seorang perempuan tua yang mempunyai pacar si Kacamata akan membayar Bu Koneng bila Lasi mau ikut dengannya. Dan akhirnya Lasi pun mau diajak karena menurut Bu Koneng.
Selama tinggal di Cikini, di rumah Bu Lanting, Lasi memang benar hidup dengan keadaan serba ada dan lebih dimanjakan. Tetapi, pelayanan Bu Lanting pun semata-mata hanya ingin memanfaatkan kecantikan Lasi demi uang. Lasi dikenalkan dengan Pak Handarbeni, laki-laki yang sudah berumur serta Overste purnawira yang berhasil merebut jabatan terpenting di PT Bagi-bagi Niaga. Pak Han tertarik pada Lasi setelah Bu Lanting member tahu foto Lasi yang berkimono merah. Karena alasan menurut lagi sebagai balasan dari Lasi untuk kebaikan Bu Lanting, Lasi menerima Handarbeni.
Hidup bersama Pak Han, Lasi makin kepenak, rumah dan segala isinya diberi Pak Han untuk Lasi. Rumah besar yang berada di Slipi menjadi tempat tinggal Lasi dan Pak Han. Serta surat cerai Lasi untuk Darsa kini telah di tangan Lasi berkat duit Pak Han.  Lasi lebih sering di ajak keluar untuk makan atau hanya sekedar cari angin. Tubuhnya yang kurus kini makin montok dan putih. Karena sekarang Lasi sudah menjadi Nyonya Handarbeni. Di mata Pak Han Lasi adalah bekisar kesayangan yang dikurung di sangkar emas. Bekisar cantik hasil perkawinan bekisar kampung dan bekisar kota karena Mbok Wiryaji yang bersuami seorang penjajah Jepang. Sesekali Lasi pulang ke Karangsoga untuk membuktikan bahwa ia baik-baik saja bahkan lebih baik. Sampai orang Karangsoga terheran dengan mobil yang mengantar Lasi.
Beberapa bulan setelah pernikahannya dengan Pak Han, Lasi mulai diambang kebingungan  karena Lasi tidak mendapat kepuasan dari Pak Han. Dan Pak Han tidak pulang ke Slipi beberapa hari. Lasi mengeluh ke Bu Lanting, tetapi Bu Lanting hanya memberi penenang bahwa sebenarnya Pak Han sedang sibuk di kantor. Sampai akhirnya Pak Han meminta untuk Lasi mencari laki-laki lain tetapi ia tetap milik Pak Han. Bu Lanting yang semakin mengompori Lasi mulai mencari jalan keluar untuk bisa mencari duit lagi.
Sebagai penghilang depresi Bu Lanting mengajak Lasi jalan-jalan ke Singapur. Lagi-lagi tujuan Bu Lanting ingin menjodohkan Lasi lagi dengan Pak Bambung, agen tersamar sebuah konsorium perusahaan minyak asing atau pelobi tingkat tinggi. Di Singapura Lasi di belikan sebuah kalung yang nilainya milayaran rupiah, dengan buaian Lasi mau menemani Pak Bambung ke pertemuan orang-orang penting di Singapura. Tak terkecuali dengan skenario Bu Lanting dibelakangnya. Sebenarnya itu hanyalah trik agar Lasi terjebak dan akhirnya jatuh di tangan Pak Bambung dan uang mengalir ke Bu Lanting.
Pulang dari Singapura, Lasi yang masih tak percaya jika ia sudah diceraikan Pak Han memilih pulang sementara ke Karangsoga. Eyang Mus, lelaki tua bijaksana yang sudah di percaya Lasi sejak dulu memberi penenangan kepada Lasi, Lasi juga meminta pendapat ke Eyang Mus kalau ia tetap tak mau menjadi istri Pak Bambung. Rasanya Lasi ingin mengembalikan kalung itu kepada Pak Bambung agar ia tak merasa punya hutang.
Kanjat, teman main kecil Lasi yang sudah lama suka pada Lasi merasa kasihan karena Lasi seperti tidak berdaya kini. Lasi ingin kabur dari sini ke Sulawesi ke rumah paman Ngalwi. Lasi meminta Kanjat untuk menemaninya karena masalah mereka bukan pasangan, Eyang Mus dan warga sekitar tidak memperbolehkan mereka pergi sebelum menikah. Karena takut ada omongan. Setelah meminta restu Lasi dan Kanjat akhirnya menikah sirih. Mereka melanjutkan perjalanan Sulawesi.
Tetapi, semua gagal karena Lasi kepergok Bu Lanting. Lasi terpisahkan oleh Kanjat, cinta Lasi kini benar-benar hilang. Lasi terkurung di dalam rumah besar Pak Bambung. Lasi depresi, Bu Lanting dibingungkan oleh sikap Lasi yang kian hari kian buruk. Tetapi Lasi merasakan perubahan pada dirinya yang sudah telat bulan, Lasi hamil anak Kanjat. Lasi kembali sumringah tetapi tidak dengan Pak Bambung. Ia menyuruh Bu Lanting menggugurkannya. Tetapi Lasi kukuh mempertahankannya

Bambung terjerat kasus korupsi yang ikut membawa Lasi ke ranah hukum. Buku rekening, kalung mewahnya, dan rumah sudah disita. Lasi hidup di penjara dengan perut yang kian membuncit. Kanjat tak  bisa diam lagi ia mencoba mencari tahu dengan segala macam cara dan sempat menyogok agar mendapat alamat Lasi. Usaha Kanjat tak sia-sia dengan membawa pengacara dan datang jauh-jauh dari Karangsoga, Lasi bebas dan jatuh pada tangan Kanjat.

Tamat, terima kasih;)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar