Sabtu, 24 Agustus 2013

The Diary of Window

Hei, perkenalkan namaku ceila, you can just call me cela:) seorang gadis remaja kutu buku. Memang di sekolah aku terkenal dengan sorotan gadis kutu buku karna hobiku adalah membaca buku terutama novel. Mari kita awali dengan perjalanan kisahku:)

Pagi menyambut hangat dengan suara kicau burung merdu dari jendela sebelah tempat tidurku. Mentari dan embun yg terlihat dari jendela transparan disamping tempat tidurku. Aku segera beranjak dari kasur ini. Kuawali pagi ini dengan membasuh seluruh tubuhku, mengisi energi ke tubuhku ini dengan roti berlapis telur mata sapi dan teh hangat, sarapanku. Aku kembali ke kamarku, untuk melihat langit diluar sana lewat jendela sebelah kasurku. Aku menatap langit dari jendela itu dengan senyuman kecilku. Langit hari ini mendung;(

"apakah hari ini aku akan menjalani aktivitas dengan wajah yg mendung seperti hari ini?" tanya hatiku. Kita lihat nanti. Aku memang seperti ini menatap langit lewat jendela ku ini. Aku percaya bahwa langit yang indah yang terlihat dari jendelaku ini akan mengawali/menentukan awal aktivitasku. Aku mengambil tas di kursi meja belajarku dan segera berpamitan dan menuju ke sekolah.

Tepat jam 06.00 diriku sampai disekolah kelas XA tempatku menggali ilmu. Seperti biasa, aku menaruh tas ransel unguku di meja ke3 dari depan sebelah kanan. Vena, dia sobat karibku sekaligus teman sebangkuku yang ada saat suka atau duka:).
Kelihatannya vena sibuk mengerjakan pr?, sambil melihat vena yg sedang konsentrasi. "ven, serius banget deh, ngapain sih?" sambil melongok ke arah buku. "ngerjain pr cel, kamu udah belum? Cepet kerjain kalo belum, gurunya galak loh cel ups hehe" gurau-an vena. "iya, iya aku kerjain sekarang" ceila sambil terburu-buru mengerjakan pr-nya. Sambil mengerjakan pr mereka berbincang. "pasti tadi malam kamu sibuk deh baca novel yang kemarin kamu pinjam di perpus kan?" tanya vena, sambil menebak. "iii, iya ven, hehe kamu kok tau?" jawab ceila gugup. "huh.... apasih kerjaannya seorang ceila selain baca novel di malam hariiii?" kata vena. Ceila hanya menjawab dengan senyuman dan tundukan.

"selesai!!!" teriak vena sambil menghela nafas lega tanda ia sudah selesai mengerjakan pr. Tiba-tiba grasak-grusuk para murid XA cepat-cepat memasuki kelas. "oh.... ternyata guru itu yang datang!" kata vena. "hah! Aduh gimana nih pr-nya masih 2 nomor lagi gurunya udah dateng! Pasrah aja deh;(" ceila pasrah.
"selamat pagi buuuuuuu!" semua murid. "silahkan duduk" kata guru itu. "terima kasih buuuu" jawab semua murid. "kamu! Ceila!" tunjuk guru itu. "iya kenapa bu?" sambil berdiri menjawab. "sedang apa kamu? Mengerjakan pr ya?" kata guru itu. "I.. iiiiya bu....." sambil tersipu malu karena ia keceplosan. "bagus kamu ya, bukannya kamu itu rajin ya? Tapi kenapa ini malah terbalik? Memang semalam kamu kemana, sampai tidak mengerjakan pr? Jawab yang jujur ceila!" pinta guru itu. "saya emmm, mmm, baca novel terlalu larut bu, jadi sampai tidak ingat kalau ada pr dari ibu;( maafkan saya bu" ceila menjawabnya sambil menunduk. "kali ini ibu maafkan, tetapi kalau sampai terulang lagi, tidak ada kesempatan kedua untuk memaafkan kamu ceila!" teror ibu guru. "iya bu, terima kasih" kata ceila. Ceila kembali ke tempat duduknya di sana, dan meneteskan air mata. Ceila pun duduk dengan wajah yang melas, yaaa seperti langit yang ia tatap tadi pagi di jendela itu. "benerkan apa kata langit yang aku lihat tadi pagi, mendung. Seperti hari ini yang terjadi kepadaku" dalam hati yang menangis.
Hari ini ceila sedang tidak mood dengan apa yang ia kerjakan, apalagi wajah ceriaku. "makannya cel, jangan mentang-mentang kamu gadis kutu buku kamu seenaknya saja membaca novel tanpa ingat waktu untuk belajar memeriksa pr. Kamu juga harus pintar memilih dan memilah waktu untuk belajar, membaca, dan yang lainnya cel" nasihat vena kepada ceila. "thank's ya ven" ceila sambil tersenyum kepada vena. "sama-sama cel" sambil tersenyum.

Waktu menunjukan pukul 13.30 siang, waktunya pulang ke rumah! Di depan gerbang biasanya ceila membeli ciki di warung pak min. Di warung pak min, ceila bertemu dengan cowok idamannya hehe si ken. Cowok keren haha:D "waw" suara ceila membisik. Sepertinya ceila gugup untuk membeli ciki karena si ken. Ceila pun tidak jadi membeli ciki itu. Sambil berbalik badan, ceila mengusap keringat gugup yang ada di keningnya. Ken ternyata diam diam menghanyutkan, ternyata ken dari tadi memperhatikan tingkah ceila yang tidak seperti biasanya. "lo kenapa cel? Sakit? Kecapean? Kok muka lu memerah gitu kaya pig cel! Eh! Sorry cel just kidding" ken sambil menepuk bahu ceila. Ternyata hal sekecil itu sudah membuat ceila salah tingkah dan nge-fly haha:D

Keesokan harinya......
Seperti biasa ceila memulai harinya seperti kemarinnya. Menatap jendela sebelum mengawali aktivitasnya. Sepertinya langit cerah dnegan disertai kicauan burung yang merdu. Ceila pun tersenyum dan berharap hari-harinya penuh dengan keceriaan, tidak seperti kemarin. Sampai di sekolah jam 06.00. Tak lama pun bel berbunyi. Jam pelajaran pertama Ipa-fisika. Sepertinya benar cuaca hari ini sama seperti hati ceila yang senang dengan pelajaran ipa. "emmmm.... vena? Kamu diam saja dari tadi?" tanya ceila. "hah? Engga kok cel" jawab vena. "iya, kamu melamun yaaaa? apa tidak mengerti fisika? hehe" gurau ceila. "hehehe iya aku sedikit gak mudeng cel kalo pelajaran fisika, ajarin aku ya cel." pinta vena. "tenaaaaang ceila siap membantu haha" jawab ceila. Sambil mengajari vena, ceila terasa senang karena ia bisa membantu orang hari ini. Jam demi jam pun berlalu, bel pulang pun berbunyi. "cel pulang bareng yuk! aku dijemput sama papaku!" ajak vena. "enggak, gak usah ven ngerepotin. Aku naik angkot aja, gpp kok ven" tolak lembut ceila. "oh yaudah deh sampai ketemu besok ya cel da daaaah" sambil saling melambikan tangan.

Anehnya sudah setengah jam angkot belum ada yg lewat. "aduuuuh, kemana sih pada para angkot-angkot? :|" dumelan ceila. Tiba-tiba kebetulan si ken tuh lewat depan ceila naik motor. Dan berhenti sejenak. "kok lu masih disini? Ngapain?" tanya ken. "nungguin angkot ken. Lu juga kok baru pulang?" tanya ceila. "oh, gua abis ada rapat ketua kelas, emmmm. bay the way lu gak tau ya kalo hari ini tuh tukang angkot pada mogok kerja! Demo tuh depan gedung pemerintah hahaha:D" gurau ken. "hah! serius lo ken?" kagetnya si ceila. "10 rius deh cel. Mau lu tungguin sampe botak juga, gak bakal ada angkot hari ini" kata ken. Memang ken itu cowok yg ceria banget jarang marah, tapi tegas. Jelas saja si ceila mengidamkan ken dari dulu. "udah lu pulang bareng gua yuk! kasian lu! ntar item disini terus haha:D" gurau ken kembali. "eeee... enggak usah ken makasih gua bisa naik ojek sendiri." tolak ceila. "udah gak usah malu-malu deh cel, mukanya memerah lagi tuh hehe" kata ken. "yaudah deh berhubung gak ada angkot gua nebeng dulu deh naik motor lu" jawab ceila.

Dan akhirnya mereka pun berboncengan bersama-sama pulang ke rumah. Jam 2 ceila sampai dirumah ia sangat bahagia hari ini. Termasuk sama si ken itu. Hati ceila berbunga-bunga. Aku percaya langit ciptaan tuhan yang akan memberiku awal kegiatanku. Dan aku percaya

 
 

TO BE CONTINUED............